Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan

9 Feb 2016

Balerina Ku


05:20 adalah waktu favoritku untuk menikmati kopi hangat di sore hari. Selain karena kopi, pada pukul 05:20 sore adalah waktunya para balerina keluar dari sangkarnya.

Dia yg rambutnya dicepol tinggi, selalu memakai rok panjang dan sweater putih selalu tertangkap senyumnya oleh mataku. Senyumnya, sehangat senja.

"Bro, mending kita pindah tempat duduk deh kalau sudah jam segini. Mata lu liar.." ucap Roy sambil bergegas meninggalkanku.
"Daripada lu tiap sore duduk disini cuma untuk ngeliatin tuh balerina, mendingan gue kenalin aja ya sama temen gue. Dia balerina juga lebih cantik daripada yg sering lo pandangin dari jauh itu."
"Ogah bro, gue udah stuck sama senyumannya.."

Roy selalu berhasil membuat rencanaku berkenalan dengan sang balerina gagal. Tapi otakku tidak akan pernah kehabisan akal.

***

"Bro,gue pamit berangkat ke Australia seminggu ya!"
"Kok mendadak banget bro? Gue jadi gak bisa ngantar nih.."
"Iyanih bro panggilan mendadak, gakpapa bro santai.."
"Yaudah take care bro.."

Akhirnya aku berhasil mengelabui Roy.

***

06:00 baru saja aku sampai di cafe biasa. Ternyata balerinaku sudah duduk sendiri di pojokan cafe.

"Haloo.. Boleh duduk disini?"
"Silahkan.."
"Gue Keenan.. Lo balerina kan?"
"Hahaha, iya.. Tapi nama gue Lexa.."
"Gue sering lihat lo keluar dari sanggar.."
"Iya, gue latihan di sebrang sana.."

Ternyata balerinaku bernama Lexa. 

Dia selalu tertawa saat bercerita, terutama saat bercerita tentang masa kecilnya yg selalu ingin menjadi balerina. Namun orangtuanya tidak pernah setuju.

***

Ini hari ke-empat kuhabiskan soreku dengan kopi dan Lexa. 

Tanpa basa-basi langsung saja kuajak dia untuk dinner bersamaku. Namun Lexa berubah menjadi dingin dan sedih lalu berkata "Besok gue jawab.."

Keesokan harinya Lexa duduk disampingku kemudian memberiku selembar kertas bertuliskan "Jauhi aku..."

Aku bingung.

Dan dompet Lexa yg terjatuh disampingku menjawab semuanya.

Tanda pengenal atas nama Alex Pratama dan fotonya bersama dengan Roy.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini adalah pertama kali saya berpartisipasi membuat Prompt #101 :D 
terinspirasi dari cerpen Bernard Batubara yg berjudul Nyctophilia.
mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan mohon bimbingannya hehe

21 Okt 2015

Abu - abu

Kata ibu aku sangat cocok dengan warna abu-abu. 

Karena jika aku memakai warna itu, ia seperti menyatu dengan warna kulitku yg seputih susu. 

Membuat penampilanku lebih elegan dan misterius kata ibu.

Sejak saat itulah aku mulai menyukai abu-abu. 

Hingga saatnya aku bertemu dengan lelaki yg sama denganku. Penyuka abu-abu.

Lelaki itu hampir setiap hari memakai baju abu-abu, bahkan saat bersamaku. 

"Kenapa kamu menyukai abu-abu?"
"Abu-abu itu misterius.. Pokoknya aku sangat suka dengan abu-abu."

Tapi aku merasa dia terlalu tenggelam bersama abu-abu. 

Sehingga abu-abu seperti telah menyatu kedalam dunianya. Dunia asmaranya.

"Aku tidak suka dengan hal yg terlalu hitam atau bahkan terlalu putih, karena yg hitam tidak selalu hitam dan yg putih tidak selalu putih. Itu sebabnya aku memilih abu-abu."

Ya. Virus itulah yg ia tanamkan juga pada pikiranku. 

Hingga sekarang. 
Hingga saat ini. 
Hingga saat dimana aku hanya bisa melihat putih disekitarku.
 

Template by BloggerCandy.com