Tampilkan postingan dengan label Relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relationship. Tampilkan semua postingan

22 Jul 2016

Ngobrolin LDR, Yuk!



Hai!

Hari gini siapa sih yang gak tau LDR? Dedek-dedek gemesh pakai rok merah pun sekarang pasti tau apa itu LDR.. 

Yak, betul sekali.. LDR itu adalah singkatan dari Long Distance Relationship atau dalam bahasa indonesianya hubungan jarak jauh.. Hmm..

Jadi, Gimana sih kok bisa peristiwa LDR ini terjadi? jawaban yang muncul pasti beraneka ragam. Tapi, menurut kesimpulan Ayu Aqilah sesungguhnya LDR bisa terjadi karena dua alasan berikut; pendidikan dan pekerjaan. Bujur kada menurut ikam?

Berdasarkan dua alasan diatas, berarti LDR terjadi berdasarkan pilihan diri kita sendiri kan. Kita yang milih mau tetap menjalani hubungan tersebut walaupun jarak memisahkan atau tidak mau.

Yang jelas jangan pernah 'mau' LDR hanya karena hasrat ingin menjadi milik seseorang yg begitu tinggi, biasanya itu akan menjadi sementara.

Waktu itu aku pernah dapat pertanyaan dari seorang teman. "Enak kah yu LDR?"

Jawabannya adalah.... LDR itu gak enak saudara saudariku sekalian, disaat teman-teman kalian check-in path kemana-mana with kekasihnya dan kamu sang pejuang LDR hanya bisa listening Dekat Di Hati-nya RAN! Can you imagine betapa gak enaknya hal tersebut?! Lol.

Terus, disaat kamu sakit, teman-teman kamu update di path dibawain makanan, dirawat sama kekasihnya dan kamu hanya mendapat "get well soon ya sayang" dari pacar kamu.

Belum lagi kalau kamu liat teman-teman kamu yg tiap minggu atau bahkan tiap hari upload foto terbaru bareng kekasihnya, sedangkan kamu sudah kehabisan stock foto bersama pacar dan harus menunggu waktu untuk berjumpa agar bisa upload foto berdua :))

Hahahaha...

Pokoknya kalau kalian masih mikirin hal-hal seperti diatas mendingan gak usah coba LDR deh, soalnya aku pernah berada disaat-saat seperti itu kecuali yang pas sakit loh ya. Jujur aja aku gak pernah ngebayangin kalau sakit dirawat pacar, kayaknya lebih tertarik ngebayangin dirawat suami lah.. ngokk :))

Next, para pejuang LDR pasti akrab banget sama kata 'bosan'. Entah itu pertanyaan dari orang 'kamu gak bosan LDR-an?'

Pertanyaan dari pasangan 'beb gak bosan kan sama aku?'Atau permintaan dari pasangan 'jangan bosan ya honey sama aku meskipun aku jauh di samudra hindia'.

Sebenernya 'bosan' dan 'LDR' itu bersepupu dua kali.

Jadi, ya wajar aja sih kalau si bosan ini sering muncul pada pasangan LDR.

Karena bosan biasanya muncul akibat terlalu sering melakukan hal yg sama secara berulang-ulang.

Disaat bosan melanda inilah peran kamu dan kekasihmu bisa dilihat dan diuji.

Kalau memang kalian berdua LDR untuk sebuah tujuan hidup, pastinya kalian berdua akan punya cara sendiri untuk menghadapi 'bosan' tersebut.

Salah satu caranya menurutku adalah komunikasi.

Atau kalau mau simple, jika bosan melanda ganti pasangan atau ganti kebiasaan. Itu sih yg aku kutip dari pasangan arief muhammad dan tipang.

Pokoknya Long Distance Relationship itu adalah suatu hubungan yg paling unik. Hanya pasangan-pasangan yg hebat yg bisa menaklukan LDR.

Jika ingin mempertahankan LDR yg sedang kalian jalani, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu apa alasan kamu mau menjalani hubungan tersebut..

Keterbukaan dan komunikasi adalah kunci utama, tetapi akan menjadi tidak berfungsi jika tidak didasari dengan kepercayaan dan saling mencintai.

Another tips for Long Distance Relationship just click my answer on askfm.

Okaaayyy...

Sampai disini dulu ya obrolan kita mengenai LDR.. Bagaimana LDR menurut kalian? Isi di kolom komen yaa, siapa tau ada yg bisa diobrolin lebih lanjut :))

Sekian dan terima es krim. ♡




-Ayu Aqilah-

13 Jun 2016

Galau Usia 20: Pacaran? Nikahnya kapan ya?

Kata orang, perempuan lebih cepat dewasa dibandingkan laki-laki.

Dan aku merasa bahwa pernyataan tersebut adalah benar adanya. Kenapa aku merasa pernyataan tersebut benar? Karena sebelum usia 20 pun aku sudah mulai memikirkan kegalauan ini...

Kegalauan ini memuncak saat usiaku 18 tahun. Saat aku berusia 18 tahun aku mulai mikir, ciee akhirnya bisa mikir. Hmm gak gitu... Maksudnya saat aku berusia 18 tahun, aku sudah banyak mengalami pahit manisnya kisah cinta *prettt* aku dengan mudahnya datang dan pergi ke kehidupan beberapa lelaki dan kemudian aku sempat berhenti untuk waktu yg cukup lama, 3 tahun.
Tapi, kemudian akhirnya aku memutuskan untuk pergi lagi. Karena aku tahu jika aku berhenti disana itu tidak akan baik untuk diriku sendiri dan dirinya. Ngok.

Oke skip flashbacknya.

Dan kemudian, ketika aku memilih untuk pergi tadi kegalauanku soal Pacaran? Nikahnya kapan? ini semakin menjadi-jadi..

Semakin menjadi-jadi karena sejujurnya aku punya impian yg sudah kutanamkan sejak kelas 3 SMP. Impian itu adalah............... NIKAH MUDA! Hahahaha gak nyangka ya, aku dari SMP udah kijil banget yg dipikirin malah nikah :( tapi karena impian nikah muda itulah aku jadi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, dengan harapan setelah lulus nanti aku bisa langsung kerja dan kemudian menikah dengan penuh kebahagiaan... Hmmm

Yha, langsung kerjanya sih alhamdulillah sudah tercapai... Nikahnya??? Galau lagi.

Tapi walaupun aku galau, aku tetap percaya diri jikalau ada teman-temanku yg bertanya gini nih "Kamu pengennya nikah umur berapa, yu?" lalu ayu menjawab dengan semangat "Aku sih targetnya 21 paling mentok 23 pokoknya.." begitu terus jawabanku kalau ada yg bertanya...
padahal waktu itu pacar aja gak punya... :))

Aku sempet cuek bebek dan tetap berpegang teguh dengan jawaban bahwa targetku menikah adalah di usia 21 paling telat 23... Hingga pada akhirnya seorang temanku mengatakan sesuatu yg bahkan hingga detik ini pun masih terngiang di kepalaku: "Manabisa kamu nikah umur 21 kalau pacarmu cuma anak kuliahan, belum tentu dia lulus kuliah cepat terus langsung mapan... Makanya kalau aku kayaknya target umur 25 aja deh nikahnya, paling telat 27.. Aku juga tunggu akunya sendiri mapan" 
Mendengar jawaban tersebut aku langsung berkata "Hmmm.... Iya juga yaa.... Bener juga kamu.."

Dan sejak saat itu, kalau ada pertanyaan dari teman yg lain mengenai target usia menikah aku akan menjawabnya "Kayaknya 25 atau 27, eh, gak tau deh, tergantung jodohnya aja dikasih Allah kapan...."

Aku sadar, jawabanku terdengar pesimis.

Tapi sesungguhnya didalam hatiku tetap bergejolak "USIA 21, 22 ATAU 23 AKU SUDAH MENIKAH POKOKNYA" ...........dasar ayu, keras kepala.

Setiap hari waktu demi waktu, detik demi detik, hari demi hari aku lewati.

Hingga tibalah saat ini. Saat usiaku 20 tahun. 20 TAHUN.

Gak nyangka, lama juga aku sudah memenuhi dunia ini.

Gak nyangka, sejak beberapa bulan terakhir ini kegiatan weekendku adalah Kondangan. Yap. Kondangan alias dateng ke acara pernikahan teman. Alias dapet undangan.

Yg paling parah sih bulan Mei kemarin ya, setiap hari minggu berturut-turut. Kondangan.

Dari beberapa kondangan itu tadi, semakin membuatku bertanya Pacaran? Nikahnya kapan ya?

Aku sudah 20 tahun, tahun depan aku 21 tahun.....

Aku bersyukur detik-detik menuju 20 tahun ini aku tidak dihadapkan dengan pacaran main-main. Karena, sumpah, i'm done with pacaran main-main stuff!

Semoga kalian-kalian yg lain juga pada kayak aku ya, done with pacaran main-main stuff! Sudah bukan umurnya, cuy! Umur segini sudah dijelas yg dicari hanyalah keseriusan dan kemapanan...
Cailaaah...

Terus intinya dari tulisan ini apa ya?

Hmm Mbuh, wesss.

Btw, jadi kapan lamar adek, Mas? :))



Dahhh ahhh curhat-curhatnyaa... Doain yaa cemuanyaah supaya pertanyaan seperti yg dijudul cepat terjawab dan salah satu impianku bisa tercapai! Hahahaha




See youuuu...
-Ayu Aqilah-

 

Template by BloggerCandy.com