17 Jun 2016

#PestaFiksi04: Pohon Impian

Pict by Ig: r3dcarra


Kupingku berdarah saat mendengar mereka berbicara.

Ternyata benar, lidah lebih tajam daripada pisau. Tetapi, apa artinya lidah tanpa bibir? Batinku.

"Dasar tolol! Kamu dan adikmu hanya bisa membuat kacau dan repot! Sama saja seperti keluargamu yg itu! Tolol! Sampah! Tidak berguna!"

Setiap hari hanya kata-kata itu yg keluar dari bibir mereka. Kupingku berdarah, hatiku tersayat.
Aku hanya bisa diam menahan dendam dan amarah.

Ibu berpesan kepadaku, aku harus menjadi manusia jika ingin membalas semua perkataan buruk mereka terhadapku.

Sedangkan aku hanya memiliki satu impian, aku ingin memiliki sebatang pohon.

Waktu pun berlari, hingga saatnya tiba seorang gadis kecil kini menjadi manusia.

Aku berhasil menjadi manusia dan memiliki pohon impianku. Diatasnya terikat semua bibir yg pernah meremehkanku.

Yg tersisa kini hanyalah lidah. Aku tertawa, sangat bahagia.


13 Jun 2016

Galau Usia 20: Pacaran? Nikahnya kapan ya?

Kata orang, perempuan lebih cepat dewasa dibandingkan laki-laki.

Dan aku merasa bahwa pernyataan tersebut adalah benar adanya. Kenapa aku merasa pernyataan tersebut benar? Karena sebelum usia 20 pun aku sudah mulai memikirkan kegalauan ini...

Kegalauan ini memuncak saat usiaku 18 tahun. Saat aku berusia 18 tahun aku mulai mikir, ciee akhirnya bisa mikir. Hmm gak gitu... Maksudnya saat aku berusia 18 tahun, aku sudah banyak mengalami pahit manisnya kisah cinta *prettt* aku dengan mudahnya datang dan pergi ke kehidupan beberapa lelaki dan kemudian aku sempat berhenti untuk waktu yg cukup lama, 3 tahun.
Tapi, kemudian akhirnya aku memutuskan untuk pergi lagi. Karena aku tahu jika aku berhenti disana itu tidak akan baik untuk diriku sendiri dan dirinya. Ngok.

Oke skip flashbacknya.

Dan kemudian, ketika aku memilih untuk pergi tadi kegalauanku soal Pacaran? Nikahnya kapan? ini semakin menjadi-jadi..

Semakin menjadi-jadi karena sejujurnya aku punya impian yg sudah kutanamkan sejak kelas 3 SMP. Impian itu adalah............... NIKAH MUDA! Hahahaha gak nyangka ya, aku dari SMP udah kijil banget yg dipikirin malah nikah :( tapi karena impian nikah muda itulah aku jadi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, dengan harapan setelah lulus nanti aku bisa langsung kerja dan kemudian menikah dengan penuh kebahagiaan... Hmmm

Yha, langsung kerjanya sih alhamdulillah sudah tercapai... Nikahnya??? Galau lagi.

Tapi walaupun aku galau, aku tetap percaya diri jikalau ada teman-temanku yg bertanya gini nih "Kamu pengennya nikah umur berapa, yu?" lalu ayu menjawab dengan semangat "Aku sih targetnya 21 paling mentok 23 pokoknya.." begitu terus jawabanku kalau ada yg bertanya...
padahal waktu itu pacar aja gak punya... :))

Aku sempet cuek bebek dan tetap berpegang teguh dengan jawaban bahwa targetku menikah adalah di usia 21 paling telat 23... Hingga pada akhirnya seorang temanku mengatakan sesuatu yg bahkan hingga detik ini pun masih terngiang di kepalaku: "Manabisa kamu nikah umur 21 kalau pacarmu cuma anak kuliahan, belum tentu dia lulus kuliah cepat terus langsung mapan... Makanya kalau aku kayaknya target umur 25 aja deh nikahnya, paling telat 27.. Aku juga tunggu akunya sendiri mapan" 
Mendengar jawaban tersebut aku langsung berkata "Hmmm.... Iya juga yaa.... Bener juga kamu.."

Dan sejak saat itu, kalau ada pertanyaan dari teman yg lain mengenai target usia menikah aku akan menjawabnya "Kayaknya 25 atau 27, eh, gak tau deh, tergantung jodohnya aja dikasih Allah kapan...."

Aku sadar, jawabanku terdengar pesimis.

Tapi sesungguhnya didalam hatiku tetap bergejolak "USIA 21, 22 ATAU 23 AKU SUDAH MENIKAH POKOKNYA" ...........dasar ayu, keras kepala.

Setiap hari waktu demi waktu, detik demi detik, hari demi hari aku lewati.

Hingga tibalah saat ini. Saat usiaku 20 tahun. 20 TAHUN.

Gak nyangka, lama juga aku sudah memenuhi dunia ini.

Gak nyangka, sejak beberapa bulan terakhir ini kegiatan weekendku adalah Kondangan. Yap. Kondangan alias dateng ke acara pernikahan teman. Alias dapet undangan.

Yg paling parah sih bulan Mei kemarin ya, setiap hari minggu berturut-turut. Kondangan.

Dari beberapa kondangan itu tadi, semakin membuatku bertanya Pacaran? Nikahnya kapan ya?

Aku sudah 20 tahun, tahun depan aku 21 tahun.....

Aku bersyukur detik-detik menuju 20 tahun ini aku tidak dihadapkan dengan pacaran main-main. Karena, sumpah, i'm done with pacaran main-main stuff!

Semoga kalian-kalian yg lain juga pada kayak aku ya, done with pacaran main-main stuff! Sudah bukan umurnya, cuy! Umur segini sudah dijelas yg dicari hanyalah keseriusan dan kemapanan...
Cailaaah...

Terus intinya dari tulisan ini apa ya?

Hmm Mbuh, wesss.

Btw, jadi kapan lamar adek, Mas? :))



Dahhh ahhh curhat-curhatnyaa... Doain yaa cemuanyaah supaya pertanyaan seperti yg dijudul cepat terjawab dan salah satu impianku bisa tercapai! Hahahaha




See youuuu...
-Ayu Aqilah-

2 Jun 2016

#FFKamis: Tamu Tak Diundang

Seminggu sebelum kedatangannya, hanya sakit yg dapat aku rasakan.

"Aakhh.... Sakit... Ampun!!!"

Dia menyiksaku tanpa ampun.

Mulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Dia menyiksaku secara bergantian, semua anggota tubuhku mendapat giliran.

Terkadang, kepalaku lolos dari siksaan yg dia berikan.

Dia menginjak-injak pundak, pinggang, serta kaki. Menginjak tanpa rasa kasihan sedikitpun.

Dan dia sangat menyukai perutku, dia menginjak, menghantam perutku dengan bata, bahkan terkadang dia menyayat perutku menjadi seribu sayatan.

"Aakhh... Sakit... Ampun..."

Meskipun aku tidak pernah mengundangnya untuk datang, tetapi aku akan selalu menanti kedatangan dirinya.

Karena aku belum menikah.

27 Mei 2016

Yang Ketiga





Penantian panjangku kini terjawab sudah. Akhirnya aku memiliki rumah baru.

"Akhirnyaaaa aku punya rumah baru!"

Aku tidak bisa menutupi rasa bahagiaku ini.

Namun aku tetap memiliki penantian lainnya yg akan membuatku lebih bahagia. Aku sangat yakin akan hal itu. Akan hal yg bernama cinta.

Tetapi ibu dan dua orang sahabatku tidak pernah percaya dengan cinta. Mereka menganggap cinta adalah musibah.

Ibu menganggap cinta adalah musibah, karena ayahku tiba-tiba meninggalkannya pergi dengan perempuan lain. Membuat ibuku hampir kehilangan akal.

Sedangkan aku belum pernah mendapatkan cinta. Selain cinta dari ibu. Dan aku selalu memimpikan kisah cinta yg sempurna serta bahagia.

"Ibu harap kau selalu berhati-hati saat berada di rumah barumu, Nak.."
"Tenang saja, Ibu.. Aku yakin aku pasti akan bahagia disana.."

Ibu memelukku seperti tidak akan pernah memelukku lagi.

***
Pada malam pertama saat aku menempati rumah baru, sebenarnya langsung ingin bermain-main di halaman rumahku tercinta. Halaman rumahku penuh dengan bunga-bunga segar dan wangi. Namun aku masih takut jika bertemu dengan tetangga.

Jadi, aku memutuskan untuk menikmati bunga-bunga pada saat jarum jam berada di angka 12. Pasti para tetangga telah berada didalam mimpinya. Pikirku.

***
Ahh... Indah sekali bunga-bunga ini..

Akhirnya aku bisa merasakan lembutnya sentuhan rumput di kakiku..

Setelah lelah berlari kesana-kemari menikmati rumput dan bunga yg belum pernah kunikmati sebelumnya, aku duduk disamping rumahku.

Tiba-tiba telingaku yg panjang keatas mendengar suara seorang pria...

"Halo... Iya sayang, aku juga kangen kamu..."

Suara itu semakin mendekat..

Kemudian...

"K... Ka.... Kam..... Kamu.... Kamu..... Siapa..... Kamu siapa?"
Aku hanya terdiam dan terpaku menatap matanya. Apakah dia yg dimaksud oleh Ibu? Apakah dia yg dinamakan Pria? Batinku.

"Darimana kamu masuk? Seluruh pintu telah terkunci..." ucap pria itu dengan tangan sedikit gemetar.
"Namaku Gwen.. Aku pikir kamu telah terlelap tidur dan berada di alam mimpimu.. Maaf, sebentar lagi aku akan segera pergi."
"T... Tapi.... Darimana kamu masuk?"
"Kamu tidak perlu tau, sekarang kembalilah ke dalam rumahmu dan aku akan pergi. Aku berjanji."
"Tidak usah pergi. Kamu cantik. Emm, tidak.. Maksudku, namaku Ken.."

***
Setelah perkenalan singkat itu, Ken membawaku masuk ke dalam rumahnya. Ternyata dia hanya hidup sendiri di rumah tersebut. Orang tua Ken berada di kota yg berbeda. Disini dia bekerja sebagai Fotografer. Dan dia senang memasak. 

Setiap malam aku selalu menunggu Ken dipinggir rumahku, aku menunggunya dengan penuh rasa bahagia. Apa ini yg dinamakan cinta?

"Aah, Gwen... Aku lelah sekali hari ini." 

Ken memelukku dengan penuh cinta. Lalu mengajakku pergi menuju ruangan pribadi miliknya dan kami pun menikmatinya.

***
Sudah satu minggu aku menikmati rumah baruku dan Ken. 

Ibu selalu memberi tanda agar aku mengunjunginya sebentar karena ada yg ingin ia sampaikan. Tapi aku tetap saja mengabaikan. 

Tidak ingin menjadi anak yg durhaka, akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi ibu malam ini. 

Pada malam sebelumnya, aku mengatakan kepada Ken bahwa aku tidak bisa bertemu dengannya selama dua hari. Ken hanya cemberut dan mengatakan ia akan sangat amat merindukanku meski hanya dua hari.

***
Saat menghabiskan malam demi malam bersama Ken, aku selalu merasa bahagia. Bahagia yg belum pernah kurasakan sebelumnya. Jantungku berdebar saat mengingat kumis tipis dan lengkungan senyumnya. Senyumku mengembang saat mengingat detik demi detik yg aku dan Ken lakukan dengan penuh cinta. 

"Aku mencintaimu.. Aku akan menikahimu.." 

Dua kalimat itu menjadi pemanis setiap adegan kami. 

Hingga matahari terbit, Ken selalu membuatkanku sarapan lalu meninggalkanku pergi. Dan aku pun kembali ke rumah. 

Jika hari mulai gelap, matahari sudah terbenam. Tanpa aba-aba apapun aku dan Ken selalu akan bertemu. Ken menerimaku apa adanya. Ken sangat mencintaiku dan aku sangat mencintai Ken.

***
"Kamu bodoh Gwen! Kamu tolol!"

Ini adalah pertama kalinya ibu marah kepadaku. Tampaknya ibu sangat marah.

"Ada apa ini, Ibu? Apa salahku?"
"Kamu salah memilih Pria! Kamu bodoh! Apa kamu tidak mencari tau dulu segala hal tentang Pria yg kamu cintai itu?!"
"Tidak, Bu... Ada apa ini sebenarnya, Bu?" Aku tak kuasa menahan air mataku. Dan hujan pun turun ke bumi.
"Dasar tolol! Pria yg kamu cintai itu telah memiliki istri! Tentu saja kamu tidak boleh mencintainya! Kamu tidak boleh menikah dengannya!"

Istri?

Jantungku seakan berhenti sejenak saat mendengar kalimat-kalimat yg diteriakkan oleh ibu.

Ternyata istri.

Ternyata Ken berbohong kepadaku, Ken mengatakan bahwa perempuan diujung telepon itu hanyalah kekasih yg baru saja tiga bulan mereka merajut kasih. Dan Ken berjanji akan memutuskan hubungan mereka saat akan menikahiku nanti.

Sungguh bodoh. Aku merasa menjadi perempuan yg paling bodoh. Aku percaya dengan segala hal yg diucapkan oleh Ken. Sehingga aku melupakan segala kebenaran yg ada. 

Aku menyesal. Aku memutuskan untuk kembali tinggal bersama ibu, aku memutuskan untuk tidak akan pernah bertemu lagi dengan Ken, namun aku juga memutuskan untuk tidak seperti ibu. Aku tetap tidak menganggap bahwa cinta adalah musibah.

Dan aku berjanji kepada diriku sendiri untuk selalu mengingat kebenaran yg ada, yaitu: seorang peri harus mendapatkan cinta yg suci dan seorang peri tidak pernah diizinkan menjadi yang ketiga. 






28 Apr 2016

Penyakit Campak Jerman

"Kamu sakit campak jerman.."

Setelah Dr. Samuel memeriksa benjolan yang timbul di belakang telingaku.

"Hah? Campak jerman, dok? Gara-gara apa ya itu?"
"Ya karena virus. Virus Rubella..Tapi campak jerman lebih cepat sembuhnya, paling 3 hari ruam merahnya sudah mulai hilang secara bertahap bersama dengan benjolan yg ada di belakang telingamu.. Ini saya kasih dua macam obat, yg ini diminum sekali saja pada saat malam hari, dan yg ini diminum kalau timbul rasa gatal atau nyeri sendi atau pegal linu.. Istirahat saja di kamar, jangan bertemu banyak orang karena ini menular.."
"O... Oke, dok.."

Saat pertama kali mendengar nama penyakit Campak jerman hatiku langsung deg-deg-an.. Namun setelah dokter bilang bahwa penyakitnya akan sembuh dalam waktu 3 hari aku sangat lega..

Sesampai di rumah, aku menceritakan kepada mamaku kalau aku terjangkit penyakit Campak jerman.. Beliau langsung mengatakan bahwa aku tertular oleh Acil/Tanteku namun acilku perlu waktu sekitar 2 minggu untuk sembuh dari penyakit Campak jerman.. Yha, its oke.. Aku tawakal saja lah..
Dan yha, aku pun hanya diperbolehkan berdiam diri di kamar seperti kata dokter..

Awalnya hanya muncul ruam merah di seluruh badanku, namun tidak terlalu mengerikan karena warnanya di kulitku jadi agak ke-pink-pink-an hehe :p kemudian pada malam harinya suhu tubuhku seperti meningkat namun tidak terlalu tinggi, saat aku berkaca ternyata mataku sudah merah sekali. Seperti orang yg habis bergadang 3 hari 3 malam..

Aku mengikuti perkataan Dr. Samuel untuk meminum obat yang pertama hanya sekali pada malam hari, dan obat kedua hanya pada saat ruam merah terasa gatal atau pegal linu.. Jujur saja, ruam merah yg menyebar di seluruh tubuhku tidak terlalu menimbulkan rasa gatal. Rasa gatal hanya datang sesekali namun dalam batas gatal yg wajar (((batas gatal yg wajar))) yg sangat tidak bisa aku hindari pada saat Virus Rubella ini menyerang adalah nyeri sendi atau pegal linu atau apalah itu namanya. Yg jelas badan ini rasanya seperti lelaaaah sekali, pegal-pegal, sakit dan rasanya hanya ingin terbaring di tempat tidur..

Hari ketiga terjangkit Virus Rubella ruam merah di badanku sudah mulai menghilang, namun badanku masih sangat amat terasa pegalnya. Keluargaku tidak ada yg percaya kalau ruam merahku telah musnah, setelah mereka melihat sudah tidak ada ruam merah mereka tetap saja masih belum ingin berada di dekatku. Hiks. Aku merasa di-campak-kan.. Hahaha

Karena hari ketiga aku merasa bahwa diriku sudah sembuh, alhasil hari keempat aku memutuskan untuk masuk kantor. Dan apakah kalian tau bagaimana reaksi orang kantor? Mereka pun juga tidak ingin aku berada di dekat mereka karena mereka juga mempunyai pendapat bahwa penyakit yg kuderita ini baru dinyatakan sembuh dengan memakan waktu 14-21 hari seperti yg dikatakan blog ini dan blog itu jadi aku dapat jatah libur tambahan 2 hari lagi atau bahkan lebih..

Hari keempat kondisi badanku kembali menurun, tiba-tiba saja aku terserang batuk dan pilek.. Apakah benar yg dikatakan orang-orang bahwa aku belum sembuh total? Terus kenapa malah batuk pilek? Sedangkan ruam merahnya sudah hilang dan benjolan di belakang telinga sudah tidak sakit seperti hari pertama.

Lagi-lagi aku dihinggapi rasa deg-deg-an dan penasaran. Sudah sembuh atau belum sih diriku ini?! Dan dan akhirnya aku pun memutuskan untuk mengunjungi Dr. Samuel lagi.. Dr. Samuel pun menyatakan bahwa aku telah sembuh dari penyakit Campak jerman.. Alhamdulillah..
Namun terdapat penyakit yg baru lagi yaitu batuk dan pilek... Yaah, tidak apa-apa.. Aku tetap mensyukurinya..

Begitulah ceritaku bersama Campak jerman...

Bersama cerita ini aku ingin menyampaikan pesan bahwa Campak jerman dengan Campak biasa adalah penyakit yg berbeda.. Campak jerman lebih cepat masa penyembuhannya, lebih baik segera diperiksakan ke Dokter pada saat hari pertama ruam merah muncul.. Makanlah makanan yg sehat dan istirahat yg cukup..

Karena penyakit Campak jerman ini, aku jadi berpikir untuk membeli Vitamin agar daya tahan tubuhku kuat sekuat hatiku.. Hmmm

Berikut ini adalah penampakan ruam merah di tanganku dan mataku pada saat hari pertama terserang campak jerman:



Sekian dulu ceritaku bersama penyakit campak jerman, semoga setelah ini tidak ada lagi penyakit yg ingin bercerita bersamaku... 



FYI: 
Dr. Samuel - Apotik Harmoni
Alamat: Komp. Balikpapan Permai, Blok C2/610 
Telp: 0542-744403





-Ayu Aqilah-

13 Apr 2016

Sedikit Cerita Tentang Kaskus

Alo!

Baru-baru ini aku nyasar ke suatu chanel youtube yg sedang jalan-jalan di kantor Kaskus. Dan langsung keluar kalimat "Wow!" berkali-kali.. Sumpah ya, itu kantor Kaskus hampir mirip sama kantornya Google. Nice bangettttt!! Fasilitas yg disediakan oleh kantor Kaskus juga gak kalah kuliatasnya sama kantor Google..

Video jalan-jalan di kantor Kaskus itu ternyata di upload sang pemilik channel tahun 2014, disitu aku baru menyadari bahwa ternyata aku termasuk salah satu orang yg kudet alias kurang update :( padahal aku hampir setiap hari nongkrong di Kaskus...

Dan setelah terpesona dengan kemewahan dan keunikan kantor Kaskus, aku dibuat terpana oleh si empunya Kaskus yaitu Andrew Darwis.. Sebenernya sering aja sih ngeliat namanya doi seliweran di Kaskus, tapi entah kenapa sebelumnya aku belum tertarik untuk mendengar doi berbicara ataupun membaca kisahnya si doi di balik Kaskus. Baru sekarang tertariknya ketika doi muncul di video jalan-jalan di kantor Kaskus tersebut..

Dari cara ngomongnya si doi keliatan banget kok ramah dan friendlynya, tapi juga keliatan sisi "introvert"nya seperti yg sering doi bilang di video-video talkshow..

Oke skip..

Kembali lagi ke Kaskus..

Jadi apasih Kaskus itu? Kira-kira masih ada yg gak tau gak ya sama Kaskus? Jawabannya ternyata ada, beberapa teman-temanku masih ada yg belum tau Kaskus..

Kalau aku sih awal tau Kaskus itu tahun 2010 dari seseorang... Kemudian ternyata bokap ane (((cieilah bokap))) adalah seorang Kaskuser gan!! Tapi pas baru tau Kaskus itu sih gak yg langsung setiap hari nongkrong disana, karena jujur waktu itu ane masih bingung sama tampilan Kaskus..
Hingga pada tahun 2011, seorang teman ane memperkenalkan forum Jual-Beli di Kaskus.. Waktu itu ane nyari kaos polosan yg murah kalau gak salah.. Dan disana ane bertemu penjual yg harganya mureeeeeh bangets gan.. So, dari situlah transaksi jual-beli online ane pertama kali terjadi...

Next, karena sering mampir di forum Jual-beli jadi gatel juga nihh tangan ane gan buat buka-buka forum yg lain.. Hmmm...
Kaskus tuh punya banyak bangettt forum loh guys, mulai dari the lounge, berita politik sampai forum heart to heart..
Thread yg paling membekas diingatan ane tuh waktu mampir di forum heart to heart kalau gak salah, ada yg buka thread soal "biaya kencan".. Sumpah dah, ane baca itu kadang melongo, kadang geleng-geleng, kadang ngakak :)) waktu ane ceritain soal thread itu teman-teman ane langsung penasaran gan ane baca kayak gituan darimana sihh.. Hahaha dan akhirnya ane memperkenalkan Kaskus kepada teman-teman ane namun mereka pada ngeluh "gak ngerti bukanya" :( FYI temen ane cewe gan..

Selain karena forumnya yg beraneka ragam, ane suka nongkrong di Kaskus karna bahasanya gan.. Buset dah, unik bangettt... Yaa kayak bahasa yg ane pake sekarang ini daah :p

Dan karena Kaskus pula ane jadi dibilangin keren sama seseorang, sebut aja dia pacar ane hahahaha.. Doi bilang jarang banget cewe ngerti Kaskus,, Bahkan ane dan doi punya cerita tentang kita berdua yg lucu karena Kaskus hehehe

Segitu aje ye gan cerita ane tentang Kaskus, nanti kalau ada mood lagi ane ceritain lagi..

Pokoknya ane bangga banget Indonesia punya Kaskus!! Sundulsss gan! :iloveindonesia




-Ayu Aqilah-

8 Apr 2016

Review : Lipstick Matte Purbasari

Alo!

Kali ini aku mau review sebuah produk lokal yg bernama Purbasari. Apa yg ada didalam pikiran kalian ketikan mendengar nama Purbasari? Kalo aku sih langsung kepikiran lulur....

Hmmm

Tapi yg mau aku review ini bukan lulur loh, dia adalah lipstick!

Lipstick matte purbasari ini baru aku ketahui sejak 1 atau 2 bulan yg lalu dari askfm. Saat itu ada beberapa orang di askfm yg mengatakan bahwa dia menggunakan lipstick matte purbasari and its so nice..

Aku tidak langsung tertarik, karena sebelumnya aku telah mencoba lipstick matte seperti wardah, nyx dan colourpop. Tapi tetap saja ujung-ujungnya yg lebih sering aku pakai sehari-hari adalah lipstick hare / lipstick arab 

Hingga pada akhirnya seminggu yg lalu ada seorang temanku yg mengatakan kalo dia menjual lipstick purbasari, dan karena mungkin otakku sebagian terbuat dari kata bisnis. Jadi terbesitlah keinginan untuk menawarkan lipstick purbasari kepada orang-orang lain hehehe 

Dan ternyata masih ada orang yg penasaran dengan produk lipstick matte purbasari ini. Padahal setelah aku telusuri lipstick ini sudah terkenal sejak 2015 lalu. Namun sekarang produk lipstick matte purbasari ini sudah mulai langka i guess? 

Lipstick matte purbasari ini terdiri dari 10 warna. Pilihan warnanya adalah : 81, 82, 83, 84, 85,86, 87, 88, 89, dan 90. Tetapi yg akan aku review kali ini hanya nomor 82.

Okay, jadi waktu pertama kali lipstick ini dateng aku langsung excited banget doong.. Lipstick Matte Purbasari ini luarnya dikemas dengan kotak berwarna hitam kemudian disertai tulisan dan logo Purbasari berwarna emas. Kemasan pada bagian dalamnya pun berwarna serupa..

Jujur saja aku bukan merupakan tipe orang yg memperhatikan apa kandungan yg ada didalam lipstick ini, namun aku percaya Purbasari adalah brand besar dan terpecaya..

Next untuk warna lipstick matte no.82 ini adalah ungu.. Kenapa aku pilih warna ungu? Karena beberapa waktu yg lalu aku mencoba Bourjois Rouge Velvet berwarna ungu juga, dan banyak yg bilang aku menjadi terlihat seperti "Nyonya belanda" :))

Waktu pertama kali buka tutup lipsticknya sudah keciuman tuh wangi dari lipsticknya, wanginya gak ngeganggu sih menurutku.. Dan pas dioleskan ke bibir juga nice, lebih nice dibandingan Colourpop Lippiestick menurutku.... Dan dann lebih lebih nice juga jika dibandingkan dengan Colourpop ultimate hehehe..
Temenku yg punya bibir kering pun juga tetep suka pake Lipstick matte purbasari ini karena menurut dia lipsticknya nyaman di bibir..

Untuk harganya bervariasi bangett, start from 30K-49K deh tahun ini.. Coba di cek-cek aja atau bisa juga hubungi aku aja hihihi :p

Repurchase? Tentu saja yes yes yes!! Penasaran banget sama nomor 89!!









Okaaay,
Sekian review Lipstick Matte Purbasari inii.. Semoga bermanfaat! ;)



-Ayu Aqilah-
 

Template by BloggerCandy.com