17 Agu 2016

Kamu Sukunya Apa?


Dulu, waktu pertama kali aku memakai kerudung ke tempat aku bekerja membuat beberapa partner kerjaku mengeluarkan kalimat tersebut; 
1. "Loh mba kok pakai kerudung? Saya kira mba orang chinese"
2. "Mba ini orang apa ya sebenernya? Kok pakai kerudung?"
3. "Oalah, mba orang jawa toh. Pantesan pakai kerudung. Saya kira orang manado."

Hmmmm.. Padahal tebakan diatas tersebut tidak ada yg benar..

Lalu aku merespon ketiga omongan diatas, begini; 

1. Saya bukan orang chinese, mas. Alhamdulillah saya muslim jadinya pakai kerudung. Hehe
Kok bisa ya ngira saya orang chinese?
M: iya, soalnya mba putih banget. 
2. Saya orang indonesia, mas. Dan beragama islam. Makanya pakai kerudung.

3. Saya bukan orang jawa mas, apalagi manado. Gak ada darah suku tersebut sama sekali. Kok bisa ngira gitu ya?
M: namanya mba kan ayu, jadi menurut saya mba orang jawa.. Kalau manado, karena mba putih dan cantik. Jadi yg bener mba orang apa dong?
A: saya orang Indonesia, mas. :)


Dari jawaban orang-orang diatas, mereka bisa dengan mudahnya menarik kesimpulan tentang suku seseorang berdasarkan kelompok.

Seperti; orang kulitnya putih berarti sukunya manado atau keturunan tionghoa.
Orang yg bernama ayu berarti sukunya jawa.
Orang yg cantik dan putih berarti sukunya manado.

Itu pembagian kelompok dari 3 kutipan percakapan dari partner kerjaku dulu.

Belum lagi pengelompokan yg terjadi pada masyarakat umum. Seperti; Kalau kalem, manut, dan lembut berarti sukunya jawa.
Kalau pelit, putih dan belo berarti sukunya minang.
Kalau kasar, ngomongnya teriak dan keras kepala berarti sukunya batak.

Sungguh ironis bukan? Semuanya dikelompokkan dengan seenaknya.

Jika mendapatkan pertanyaan "kamu orang apa?" dari orang lain, aku akan menjawab "aku orang Indonesia" lalu mereka akan bertanya lagi "maksudku, kamu sukunya apa?"

Jujur saja aku akan menjawab "silahkan tebak sendiri" karena tebakan tebakan dari orang yg bertanya tersebut terkadang lucu dan pastinya mengandung pengelompokan seperti yg tadi aku sebutkan diatas.

Aku bisa memaklumi untuk pertanyaan "kamu suku apa?" tapi aku ingin berbagi pendapat, sebenarnya untuk apakah pertanyaan itu?

Jika pertanyaan itu hanya untuk membenarkan pengelompokkan yg masyarakat umum buat, lebih baik kita simpan saja pertanyaan itu, stop mengelompokkan masing-masing suku dan hargai perbedaan.

Karena masing-masing orang memiliki pribadi yg beraneka ragam, sekalipun mereka berada di suku yg sama pasti tetap ada perbedaannya.

Bukankah para pahlawan kita dahulu memperjuangkan kita semua tanpa memandang sukumu apa?

Hari ini 17 Agustus 2016, aku, Ayu Aqilah Shalihah berharap masyarakat Indonesia dapat lebih cerdas lagi dan lebih berpikiran terbuka.

Sebelum mengeluarkan pertanyaan "Kamu suku apa?" lebih baik pikirkan dahulu dan ingatlah lirik lagu Satu Nusa Satu Bangsa. :)

Begitu saja pendapatku kali ini.


Dirgahayu Indonesiaku, MERDEKA!

22 Jul 2016

Ngobrolin LDR, Yuk!



Hai!

Hari gini siapa sih yang gak tau LDR? Dedek-dedek gemesh pakai rok merah pun sekarang pasti tau apa itu LDR.. 

Yak, betul sekali.. LDR itu adalah singkatan dari Long Distance Relationship atau dalam bahasa indonesianya hubungan jarak jauh.. Hmm..

Jadi, Gimana sih kok bisa peristiwa LDR ini terjadi? jawaban yang muncul pasti beraneka ragam. Tapi, menurut kesimpulan Ayu Aqilah sesungguhnya LDR bisa terjadi karena dua alasan berikut; pendidikan dan pekerjaan. Bujur kada menurut ikam?

Berdasarkan dua alasan diatas, berarti LDR terjadi berdasarkan pilihan diri kita sendiri kan. Kita yang milih mau tetap menjalani hubungan tersebut walaupun jarak memisahkan atau tidak mau.

Yang jelas jangan pernah 'mau' LDR hanya karena hasrat ingin menjadi milik seseorang yg begitu tinggi, biasanya itu akan menjadi sementara.

Waktu itu aku pernah dapat pertanyaan dari seorang teman. "Enak kah yu LDR?"

Jawabannya adalah.... LDR itu gak enak saudara saudariku sekalian, disaat teman-teman kalian check-in path kemana-mana with kekasihnya dan kamu sang pejuang LDR hanya bisa listening Dekat Di Hati-nya RAN! Can you imagine betapa gak enaknya hal tersebut?! Lol.

Terus, disaat kamu sakit, teman-teman kamu update di path dibawain makanan, dirawat sama kekasihnya dan kamu hanya mendapat "get well soon ya sayang" dari pacar kamu.

Belum lagi kalau kamu liat teman-teman kamu yg tiap minggu atau bahkan tiap hari upload foto terbaru bareng kekasihnya, sedangkan kamu sudah kehabisan stock foto bersama pacar dan harus menunggu waktu untuk berjumpa agar bisa upload foto berdua :))

Hahahaha...

Pokoknya kalau kalian masih mikirin hal-hal seperti diatas mendingan gak usah coba LDR deh, soalnya aku pernah berada disaat-saat seperti itu kecuali yang pas sakit loh ya. Jujur aja aku gak pernah ngebayangin kalau sakit dirawat pacar, kayaknya lebih tertarik ngebayangin dirawat suami lah.. ngokk :))

Next, para pejuang LDR pasti akrab banget sama kata 'bosan'. Entah itu pertanyaan dari orang 'kamu gak bosan LDR-an?'

Pertanyaan dari pasangan 'beb gak bosan kan sama aku?'Atau permintaan dari pasangan 'jangan bosan ya honey sama aku meskipun aku jauh di samudra hindia'.

Sebenernya 'bosan' dan 'LDR' itu bersepupu dua kali.

Jadi, ya wajar aja sih kalau si bosan ini sering muncul pada pasangan LDR.

Karena bosan biasanya muncul akibat terlalu sering melakukan hal yg sama secara berulang-ulang.

Disaat bosan melanda inilah peran kamu dan kekasihmu bisa dilihat dan diuji.

Kalau memang kalian berdua LDR untuk sebuah tujuan hidup, pastinya kalian berdua akan punya cara sendiri untuk menghadapi 'bosan' tersebut.

Salah satu caranya menurutku adalah komunikasi.

Atau kalau mau simple, jika bosan melanda ganti pasangan atau ganti kebiasaan. Itu sih yg aku kutip dari pasangan arief muhammad dan tipang.

Pokoknya Long Distance Relationship itu adalah suatu hubungan yg paling unik. Hanya pasangan-pasangan yg hebat yg bisa menaklukan LDR.

Jika ingin mempertahankan LDR yg sedang kalian jalani, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu apa alasan kamu mau menjalani hubungan tersebut..

Keterbukaan dan komunikasi adalah kunci utama, tetapi akan menjadi tidak berfungsi jika tidak didasari dengan kepercayaan dan saling mencintai.

Another tips for Long Distance Relationship just click my answer on askfm.

Okaaayyy...

Sampai disini dulu ya obrolan kita mengenai LDR.. Bagaimana LDR menurut kalian? Isi di kolom komen yaa, siapa tau ada yg bisa diobrolin lebih lanjut :))

Sekian dan terima es krim. ♡




-Ayu Aqilah-

3 Jul 2016

Bercerita Tentang Novel: O - Eka Kurniawan


Judul: O
Penulis: Eka Kurniawan
Penyelia naskah: Mirna Yulistianti
Desain sampul & Ilustrasi: Eka Kurniawan
Penerbit: PT Gramedia Jakarta
ISBN: 978-602-03-2559-0
Cetakan pertama, Maret 2016
470 halaman


Beberapa minggu yg lalu aku baru saja selesai membaca novel karangan Eka Kurniawan yg berjudul O.

Awal mula aku mengetahui tentang novel tersebut adalah dari cuitan Bernard Batubara di twitter, cuitan benzbara mengatakan bahwa novel O bercerita tentang seekor monyet yg ingin menikah dengan kaisar dangdut, kemudian disertai dengan pendapat-pendapatnya mengenai novel tersebut.

Aku tidak berani membaca pendapat atau review benzbara tersebut secara serius, jadi aku hanya membacanya sekilas saja lalu rasa penasaranku terhadap novel itu makin menggila..

***
O adalah novel karangan Eka Kurniawan yg pertama kali aku baca. Aku tertarik karena awalnya aku hanya mengetahui bahwa O hanya bercerita tentang seekor monyet yg ingin menikah dengan kaisar dangdut. Sangat unik. Sangat menarik.

Saat membaca O, aku sangat terkejut dengan alur yg diberikan. Lompat-lompat seperti seekor monyet. Mengandung cerita yg berbeda-beda namun tetap bisa bersatu dan bisa membuatku menganga, menggeleng, berdecak kagum, hingga membuat mataku berkaca-kaca.

Novel ini bercerita tentang perjuangan O untuk menjadikan impian menikah dengan Entang Kosasih di bulan sepuluh menjadi kenyataan. Namun tidak hanya sampai disitu, segalanya menjadi sangat amat rumit saat Entang Kosasih malah berusaha sekeras mungkin untuk menjadi manusia.

Tetapi O tidak mengalami kerumitan tersebut sendirian, Eka Kurniawan membuat O memiliki banyak teman yg mengalami kerumitan yg tidak kalah rumit dengan kisah O.

Eka Kurniawan menghadirkan banyak tokoh dengan kerumitan yg berbeda-beda namun tetap memiliki masing-masing penghubungnya. Mulai dari kerumitan seekor anjing kecil bernama Kirik yg mencari ibunya, kaleng sarden yg berusaha untuk selalu membuat makhluk lain senang, hingga Kakaktua yg mencari apa sebenarnya tujuan hidupnya di dunia ini dan masih ada beberapa kisah rumit lainnya di dalam novel ini..

Novel ini sungguh membuatku tekagum-kagum.. Membuat imajinasiku bekerja begitu keras, membayangkan cerita-cerita rumit yg dimiliki oleh masing-masing tokoh dengan bahasa yg cukup mudah dipahami meskipun dengan alur yg berlompat-lompat..

Kisah rumit favoritku di Novel ini adalah kisah Kiai Sobirin dan kekasihnya Sri Astuti. Namun, aku juga tetap salut kepada O yg penuh perjuangan dan pengorbanan demi cintanya kepada Entang Kosasih.

Sebenarnya ini adalah pertama kalinya aku membuat review sebuah buku, jujur saja aku belum paham betul mengenai hal ini. Tapi, aku akan merasa rugi jika tidak menceritakan betapa ajaibnya buku ini dengan segala kisah-kisahnya.

Dan sesungguhnya buku ini mengandung cukup banyak quote favorit. Namun, quote yg paling pas untuk isi dari buku ini adalah
"Dunia yang membuatku jahat. Dunia yang membuat manusia menjadi binatang"



-Ayu Aqilah- 




17 Jun 2016

#PestaFiksi04: Pohon Impian

Pict by Ig: r3dcarra


Kupingku berdarah saat mendengar mereka berbicara.

Ternyata benar, lidah lebih tajam daripada pisau. Tetapi, apa artinya lidah tanpa bibir? Batinku.

"Dasar tolol! Kamu dan adikmu hanya bisa membuat kacau dan repot! Sama saja seperti keluargamu yg itu! Tolol! Sampah! Tidak berguna!"

Setiap hari hanya kata-kata itu yg keluar dari bibir mereka. Kupingku berdarah, hatiku tersayat.
Aku hanya bisa diam menahan dendam dan amarah.

Ibu berpesan kepadaku, aku harus menjadi manusia jika ingin membalas semua perkataan buruk mereka terhadapku.

Sedangkan aku hanya memiliki satu impian, aku ingin memiliki sebatang pohon.

Waktu pun berlari, hingga saatnya tiba seorang gadis kecil kini menjadi manusia.

Aku berhasil menjadi manusia dan memiliki pohon impianku. Diatasnya terikat semua bibir yg pernah meremehkanku.

Yg tersisa kini hanyalah lidah. Aku tertawa, sangat bahagia.


13 Jun 2016

Galau Usia 20: Pacaran? Nikahnya kapan ya?

Kata orang, perempuan lebih cepat dewasa dibandingkan laki-laki.

Dan aku merasa bahwa pernyataan tersebut adalah benar adanya. Kenapa aku merasa pernyataan tersebut benar? Karena sebelum usia 20 pun aku sudah mulai memikirkan kegalauan ini...

Kegalauan ini memuncak saat usiaku 18 tahun. Saat aku berusia 18 tahun aku mulai mikir, ciee akhirnya bisa mikir. Hmm gak gitu... Maksudnya saat aku berusia 18 tahun, aku sudah banyak mengalami pahit manisnya kisah cinta *prettt* aku dengan mudahnya datang dan pergi ke kehidupan beberapa lelaki dan kemudian aku sempat berhenti untuk waktu yg cukup lama, 3 tahun.
Tapi, kemudian akhirnya aku memutuskan untuk pergi lagi. Karena aku tahu jika aku berhenti disana itu tidak akan baik untuk diriku sendiri dan dirinya. Ngok.

Oke skip flashbacknya.

Dan kemudian, ketika aku memilih untuk pergi tadi kegalauanku soal Pacaran? Nikahnya kapan? ini semakin menjadi-jadi..

Semakin menjadi-jadi karena sejujurnya aku punya impian yg sudah kutanamkan sejak kelas 3 SMP. Impian itu adalah............... NIKAH MUDA! Hahahaha gak nyangka ya, aku dari SMP udah kijil banget yg dipikirin malah nikah :( tapi karena impian nikah muda itulah aku jadi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, dengan harapan setelah lulus nanti aku bisa langsung kerja dan kemudian menikah dengan penuh kebahagiaan... Hmmm

Yha, langsung kerjanya sih alhamdulillah sudah tercapai... Nikahnya??? Galau lagi.

Tapi walaupun aku galau, aku tetap percaya diri jikalau ada teman-temanku yg bertanya gini nih "Kamu pengennya nikah umur berapa, yu?" lalu ayu menjawab dengan semangat "Aku sih targetnya 21 paling mentok 23 pokoknya.." begitu terus jawabanku kalau ada yg bertanya...
padahal waktu itu pacar aja gak punya... :))

Aku sempet cuek bebek dan tetap berpegang teguh dengan jawaban bahwa targetku menikah adalah di usia 21 paling telat 23... Hingga pada akhirnya seorang temanku mengatakan sesuatu yg bahkan hingga detik ini pun masih terngiang di kepalaku: "Manabisa kamu nikah umur 21 kalau pacarmu cuma anak kuliahan, belum tentu dia lulus kuliah cepat terus langsung mapan... Makanya kalau aku kayaknya target umur 25 aja deh nikahnya, paling telat 27.. Aku juga tunggu akunya sendiri mapan" 
Mendengar jawaban tersebut aku langsung berkata "Hmmm.... Iya juga yaa.... Bener juga kamu.."

Dan sejak saat itu, kalau ada pertanyaan dari teman yg lain mengenai target usia menikah aku akan menjawabnya "Kayaknya 25 atau 27, eh, gak tau deh, tergantung jodohnya aja dikasih Allah kapan...."

Aku sadar, jawabanku terdengar pesimis.

Tapi sesungguhnya didalam hatiku tetap bergejolak "USIA 21, 22 ATAU 23 AKU SUDAH MENIKAH POKOKNYA" ...........dasar ayu, keras kepala.

Setiap hari waktu demi waktu, detik demi detik, hari demi hari aku lewati.

Hingga tibalah saat ini. Saat usiaku 20 tahun. 20 TAHUN.

Gak nyangka, lama juga aku sudah memenuhi dunia ini.

Gak nyangka, sejak beberapa bulan terakhir ini kegiatan weekendku adalah Kondangan. Yap. Kondangan alias dateng ke acara pernikahan teman. Alias dapet undangan.

Yg paling parah sih bulan Mei kemarin ya, setiap hari minggu berturut-turut. Kondangan.

Dari beberapa kondangan itu tadi, semakin membuatku bertanya Pacaran? Nikahnya kapan ya?

Aku sudah 20 tahun, tahun depan aku 21 tahun.....

Aku bersyukur detik-detik menuju 20 tahun ini aku tidak dihadapkan dengan pacaran main-main. Karena, sumpah, i'm done with pacaran main-main stuff!

Semoga kalian-kalian yg lain juga pada kayak aku ya, done with pacaran main-main stuff! Sudah bukan umurnya, cuy! Umur segini sudah dijelas yg dicari hanyalah keseriusan dan kemapanan...
Cailaaah...

Terus intinya dari tulisan ini apa ya?

Hmm Mbuh, wesss.

Btw, jadi kapan lamar adek, Mas? :))



Dahhh ahhh curhat-curhatnyaa... Doain yaa cemuanyaah supaya pertanyaan seperti yg dijudul cepat terjawab dan salah satu impianku bisa tercapai! Hahahaha




See youuuu...
-Ayu Aqilah-

2 Jun 2016

#FFKamis: Tamu Tak Diundang

Seminggu sebelum kedatangannya, hanya sakit yg dapat aku rasakan.

"Aakhh.... Sakit... Ampun!!!"

Dia menyiksaku tanpa ampun.

Mulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Dia menyiksaku secara bergantian, semua anggota tubuhku mendapat giliran.

Terkadang, kepalaku lolos dari siksaan yg dia berikan.

Dia menginjak-injak pundak, pinggang, serta kaki. Menginjak tanpa rasa kasihan sedikitpun.

Dan dia sangat menyukai perutku, dia menginjak, menghantam perutku dengan bata, bahkan terkadang dia menyayat perutku menjadi seribu sayatan.

"Aakhh... Sakit... Ampun..."

Meskipun aku tidak pernah mengundangnya untuk datang, tetapi aku akan selalu menanti kedatangan dirinya.

Karena aku belum menikah.

27 Mei 2016

Yang Ketiga





Penantian panjangku kini terjawab sudah. Akhirnya aku memiliki rumah baru.

"Akhirnyaaaa aku punya rumah baru!"

Aku tidak bisa menutupi rasa bahagiaku ini.

Namun aku tetap memiliki penantian lainnya yg akan membuatku lebih bahagia. Aku sangat yakin akan hal itu. Akan hal yg bernama cinta.

Tetapi ibu dan dua orang sahabatku tidak pernah percaya dengan cinta. Mereka menganggap cinta adalah musibah.

Ibu menganggap cinta adalah musibah, karena ayahku tiba-tiba meninggalkannya pergi dengan perempuan lain. Membuat ibuku hampir kehilangan akal.

Sedangkan aku belum pernah mendapatkan cinta. Selain cinta dari ibu. Dan aku selalu memimpikan kisah cinta yg sempurna serta bahagia.

"Ibu harap kau selalu berhati-hati saat berada di rumah barumu, Nak.."
"Tenang saja, Ibu.. Aku yakin aku pasti akan bahagia disana.."

Ibu memelukku seperti tidak akan pernah memelukku lagi.

***
Pada malam pertama saat aku menempati rumah baru, sebenarnya langsung ingin bermain-main di halaman rumahku tercinta. Halaman rumahku penuh dengan bunga-bunga segar dan wangi. Namun aku masih takut jika bertemu dengan tetangga.

Jadi, aku memutuskan untuk menikmati bunga-bunga pada saat jarum jam berada di angka 12. Pasti para tetangga telah berada didalam mimpinya. Pikirku.

***
Ahh... Indah sekali bunga-bunga ini..

Akhirnya aku bisa merasakan lembutnya sentuhan rumput di kakiku..

Setelah lelah berlari kesana-kemari menikmati rumput dan bunga yg belum pernah kunikmati sebelumnya, aku duduk disamping rumahku.

Tiba-tiba telingaku yg panjang keatas mendengar suara seorang pria...

"Halo... Iya sayang, aku juga kangen kamu..."

Suara itu semakin mendekat..

Kemudian...

"K... Ka.... Kam..... Kamu.... Kamu..... Siapa..... Kamu siapa?"
Aku hanya terdiam dan terpaku menatap matanya. Apakah dia yg dimaksud oleh Ibu? Apakah dia yg dinamakan Pria? Batinku.

"Darimana kamu masuk? Seluruh pintu telah terkunci..." ucap pria itu dengan tangan sedikit gemetar.
"Namaku Gwen.. Aku pikir kamu telah terlelap tidur dan berada di alam mimpimu.. Maaf, sebentar lagi aku akan segera pergi."
"T... Tapi.... Darimana kamu masuk?"
"Kamu tidak perlu tau, sekarang kembalilah ke dalam rumahmu dan aku akan pergi. Aku berjanji."
"Tidak usah pergi. Kamu cantik. Emm, tidak.. Maksudku, namaku Ken.."

***
Setelah perkenalan singkat itu, Ken membawaku masuk ke dalam rumahnya. Ternyata dia hanya hidup sendiri di rumah tersebut. Orang tua Ken berada di kota yg berbeda. Disini dia bekerja sebagai Fotografer. Dan dia senang memasak. 

Setiap malam aku selalu menunggu Ken dipinggir rumahku, aku menunggunya dengan penuh rasa bahagia. Apa ini yg dinamakan cinta?

"Aah, Gwen... Aku lelah sekali hari ini." 

Ken memelukku dengan penuh cinta. Lalu mengajakku pergi menuju ruangan pribadi miliknya dan kami pun menikmatinya.

***
Sudah satu minggu aku menikmati rumah baruku dan Ken. 

Ibu selalu memberi tanda agar aku mengunjunginya sebentar karena ada yg ingin ia sampaikan. Tapi aku tetap saja mengabaikan. 

Tidak ingin menjadi anak yg durhaka, akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi ibu malam ini. 

Pada malam sebelumnya, aku mengatakan kepada Ken bahwa aku tidak bisa bertemu dengannya selama dua hari. Ken hanya cemberut dan mengatakan ia akan sangat amat merindukanku meski hanya dua hari.

***
Saat menghabiskan malam demi malam bersama Ken, aku selalu merasa bahagia. Bahagia yg belum pernah kurasakan sebelumnya. Jantungku berdebar saat mengingat kumis tipis dan lengkungan senyumnya. Senyumku mengembang saat mengingat detik demi detik yg aku dan Ken lakukan dengan penuh cinta. 

"Aku mencintaimu.. Aku akan menikahimu.." 

Dua kalimat itu menjadi pemanis setiap adegan kami. 

Hingga matahari terbit, Ken selalu membuatkanku sarapan lalu meninggalkanku pergi. Dan aku pun kembali ke rumah. 

Jika hari mulai gelap, matahari sudah terbenam. Tanpa aba-aba apapun aku dan Ken selalu akan bertemu. Ken menerimaku apa adanya. Ken sangat mencintaiku dan aku sangat mencintai Ken.

***
"Kamu bodoh Gwen! Kamu tolol!"

Ini adalah pertama kalinya ibu marah kepadaku. Tampaknya ibu sangat marah.

"Ada apa ini, Ibu? Apa salahku?"
"Kamu salah memilih Pria! Kamu bodoh! Apa kamu tidak mencari tau dulu segala hal tentang Pria yg kamu cintai itu?!"
"Tidak, Bu... Ada apa ini sebenarnya, Bu?" Aku tak kuasa menahan air mataku. Dan hujan pun turun ke bumi.
"Dasar tolol! Pria yg kamu cintai itu telah memiliki istri! Tentu saja kamu tidak boleh mencintainya! Kamu tidak boleh menikah dengannya!"

Istri?

Jantungku seakan berhenti sejenak saat mendengar kalimat-kalimat yg diteriakkan oleh ibu.

Ternyata istri.

Ternyata Ken berbohong kepadaku, Ken mengatakan bahwa perempuan diujung telepon itu hanyalah kekasih yg baru saja tiga bulan mereka merajut kasih. Dan Ken berjanji akan memutuskan hubungan mereka saat akan menikahiku nanti.

Sungguh bodoh. Aku merasa menjadi perempuan yg paling bodoh. Aku percaya dengan segala hal yg diucapkan oleh Ken. Sehingga aku melupakan segala kebenaran yg ada. 

Aku menyesal. Aku memutuskan untuk kembali tinggal bersama ibu, aku memutuskan untuk tidak akan pernah bertemu lagi dengan Ken, namun aku juga memutuskan untuk tidak seperti ibu. Aku tetap tidak menganggap bahwa cinta adalah musibah.

Dan aku berjanji kepada diriku sendiri untuk selalu mengingat kebenaran yg ada, yaitu: seorang peri harus mendapatkan cinta yg suci dan seorang peri tidak pernah diizinkan menjadi yang ketiga. 






 

Template by BloggerCandy.com