27 Okt 2016

Surat Cinta Untuk Kai

Ini adalah pertama kalinya aku menulis surat cinta..

Surat cinta ini aku tulis untuk dua orang pria hebat yang sangat aku cintai sampai kapan pun, dua orang pria yang aku panggil dengan Kai..

Untuk kai Don Verdie, mungkin hanya sedikit memori bersama kai yang dapat aku ingat. Karena saat itu, saat kai sudah kembali pulang ke sisi Allah aku masih kecil. Bahkan aku tidak dapat ingat saat itu aku berada di usia berapa tahun..

Tapi kata nenek, dulu kai sangat menyayangiku dan memanjakanku. Setiap orang yang membuatku menangis, akan kai marahi habis-habisan.. Bener gak ya, Kai?

Terus ketika aku ulangtahun, kai meminta dengan sangat agar aku merayakan ulangtahun bersama dengan kai.. Aku tidak bisa ingat itu kai, tapi aku bisa merasakan kasih sayangmu di foto kita berdua yang sekarang entah masih ada atau tidak..

Kai mau tau gak apa yang ayu ingat tentang kai tanpa harus dengar cerita dari nenek terlebih dahulu? Ayu ingat setiap malam kita berdua selalu nonton telivisi bersama, kalau tidak salah nama acara yang sering kita tonton adalah Galileo..
Ayu ingat kalau kai mempunyai wajah yang tampan, makanya cucunya cantik gini kan kai? Hehe..

Dan, ayu ingat kalau kai punya Vespa yang bunyinya berisik, warnanya biru tua. Setiap pagi selalu kai panasin mesinnya. Mungkin ayu ngomel kali ya setiap kai panasin mesin? Hahaha

Ayu gak bisa ingat sifat-sifat apa saja yang kai punya, tapi ayu yakin kai adalah orang yang sangat baik..

Ayu juga gak bisa ingat bagaimana kai meninggalkan dunia ini kemudian berpulang kepada-Nya, saat itu mungkin ayu hanya bisa menatap kai kebingungan. Namun sekarang ayu sudah besar loh kai, ayu selalu mendoakan kai dari sini.. Berharap kita dapat berjumpa lagi disana..

Untuk kai Bachrun, kai yang kemarin baru saja berpulang ke sisi Allah..

Banyak hal indah yang dapat kuingat saat bersama kai, jika aku tuliskan semua pasti akan sangat panjaaaang. Mungkin akan kuceritakan beberapa hal yang sangat aku suka.

Kai selalu tidak mau melepas moment makan malam, kai selalu ingin makan malam bersama nenek dan terkadang bersama anak dan cucunya. Aku senang saat kai dan nenek selalu bercerita setiap malam, kai selalu punya cerita untuk nenek dan nenek selalu ingin mendengarkan cerita dari kai. Mulai dari cerita lucu sampai cerita tidak jelas yang bisa membuat cucunya ini berkata "Hah?" Lalu tertawa kebingungan. Ya, kai adalah orang yang humoris walaupun kadang garing. Hehehe ampun kai..

Kalau saat aku makan malam bersama kai, kemudian ketika aku duduk bersila dan mengangkat sedikit badanku miring ke kiri, kai selalu sigap berkomentar "joroknya ikam ini kentut, temiring-miring" hahaha..

Kai kai kai.. Kai suka nulis di buku harian kan setiap malam? Ayu juga loh kai..

Ayu salut dengan sifat-sifat yang kai miliki, seperti yang kai pernah katakan ke ayu, kalau ayu sudah besar jadi ayu pasti bisa nilai yang mana yang baik dan yang mana yang buruk.. Ayu menilai kai bahwa kai adalah yang baik dari yang terbaik..

Saat kai sakit, ayu dapat gelar "miss smile" dari julak. Karena ayu gak keliatan sedih saat kai sakit, akhirnya ayu bisa keliatan kuat seperti kai. Padahal kai pasti tau kan hati ayu juga sedih saat kai sakit, ayu gak bisa ngelakuin apa-apa. Yang ayu bisa hanya mencoba untuk terlihat seperti baik-baik saja, dan kai jadi semangat untuk sembuh..

Tapi namanya juga ayu, keliatan setrongnya sebentar aja ya kai.. Saat ketemu kai meledak juga tangisan. Huhuhu

Ada sifat yang ingin ayu contoh dari kai, tapi biar ayu simpan sendiri dan mencobanya pelan-pelan..

Ayu emang gak pernah ngomong secara langsung kalau ayu sayang banget sama kai, tapi ayu selalu berdoa buat kai. Semoga kai terima ya doa dari ayu.. Dan kemarin, saat terakhir ayu mencium kening dan pipi kai, ayu minta sama Allah untuk disampaikan betapa sayangnya ayu sama kai..

Untuk kai ayu dua-duanya, terima kasih sudah menjaga dan menyayangi ayu. Maaf ayu belum bisa ngasih apa-apa untuk kai. Namun nanti pasti ayu akan membuat kai disana berdua tersenyum karena ayu.. Semoga kai tenang disana dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah..

Ayu sayang kai..



Tertanda,
Cucu kalian yang paling cantik,
Ayu Aqilah Shalihah

11 Okt 2016

Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil dengan Nutrisi, Eksplorasi dan Stimulasi


Anak adalah anugerah terindah yang dimiliki setiap orang tua. Begitulah kata orang-orang.

Namun, aku sangat setuju dengan hal itu. Karena aku sangat menyukai anak-anak dan kelak aku juga akan menjadi orang tua.

Hal yang paling aku sukai dari seorang anak kecil adalah jika anak tersebut selalu berwajah ceria dan bertubuh montok. Wah... Pasti akan selalu aku berikan pelukan dan ciuman karena sangat menggemaskan.. Hihihi.

Terkadang terbesit pertanyaan di kepalaku saat melihat anak-anak yang lucu dan menggemaskan itu "Bagaimana ya caranya agar si anak bisa terlihat seceria dan semontok itu? Apa ya rahasianya?" kemudian aku hanya bisa menyimpan pertanyaan itu karena takutnya ntar malah di-ceng-ceng-in oleh yang sudah menjadi Bunda. Hehe..

Tetapi kini akhirnya aku telah mendapatkan pencerahan tentang pertanyaan itu berkat Dancow Parenting Center mengadakan seminar bertema "Tumbuh Kembang si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal".

Ternyata anak yang ceria merupakan salah satu ciri anak yang tumbuh kembangnya optimal. Pada seminar parenting Dancow Dr. Rini Sekartini SpA(k) menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak adalah; Genetik, Lingkungan dan Nutrisi.

Faktor genetik adalah faktor yang berasal dari orang tua Si Kecil, lalu faktor lingkungan adalah faktor yang berasal dari lingkungan di sekitar Si Kecil. Sedangkan untuk faktor nutrisi, faktor inilah yang akan banyak dibahas pada Seminar Parenting yang diadakan oleh Dancow pada tanggal 08 Oktober 2016 yang lalu di Swiss-Bel Hotel Balikpapan..


Agar tumbuh kembang Si Kecil optimal, nutrisi yang didapatkan olehnya pun harus maksimal. Si kecil wajib mendapatkan nutrisi 100%.

Bunda Sari Sunda Bulan, AMG pun turut memberikan pengetahuan tentang mengapa kecukupan nutrisi sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Jawabannya adalah karena si kecil akan mendapatkan banyak manfaat jika nutrisinya telah tercukupi, yaitu; mendorong pembentukan daya tahan tubuh si kecil, membantu tumbuh kembang otak anak, dan menjadi penentu pertumbuhan fisik yang baik pada si kecil.

Anak usia 1-5 tahun adalah anak dalam masa tahapan perkembangan, sehingga ia perlu lebih banyak bereksplorasi.

Eksplorasi menjadi kebutuhan Si Kecil agar dapat tumbuh dan berkembang optimal. Nutrisi yang diberikan oleh sang Bunda secara maksimal dapat menjadi perlindungan Si Kecil saat ia bereksplorasi dan memenuhi target tumbuh kembangnya.


Saat Si Kecil bereksplorasi, peran Bunda dan Ayah sangat diperlukan. Seperti yang disampaikan oleh bunda Vera Itabiliana S.Psi bahwa Cinta dan kasih sayang yang besar dari Bunda dan Ayah dibutuhkan oleh Si Kecil. Bunda dan Ayah harus berperan aktif dalam menjaga emosi positif, menjaga keamanan dan kenyamanan tempat Si Kecil bereksplorasi, dan tak lupa memberikan nutrisi yang cukup untuk Si Kecil..


Kembali ke nutrisi, memberikan nutrisi yang cukup untuk anak juga merupakan tanda cinta dari Bunda dan Ayah. Bunda dan Ayah perlu tahu nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh Si Kecil, termasuk nutrisi yang dibutuhkan oleh saluran cerna Si Kecil. Karena, 80% daya tahan tubuh Si Kecil berada pada saluran cerna mereka. Oleh karena itu, saluran cerna Si Kecil harus di dominasi oleh bakteri baik, Lactobacillus rhamnosus dimiliki oleh kandungan Dancow Excelnutri+.


Selain mengandung Lactobacillus rhamnosus, Dancow Excelnutri+ juga kaya akan Vitamin A, C, E dan tinggi mineral selenium, Zink dan Serat pangan Inulin yang mampu menjaga saluran cerna Si Kecil. Tak lupa kandungan Minyak ikan, LA & ALA yang dapat membantu tumbuh kembang otak anak dan membantu pertumbuhan fisik Si Kecil dengan Protein dan Kalsium.



Jika Bunda telah memberikan kecukupan nutrisi dengan Dancow Excelnutri+, memperhatikan pola jam makan Si Kecil, memberikan gizi yang seimbang, menerapkan pola asuh anak yang baik, dan memastikan keamanan dan kenyamanan tempat Si Kecil bereksplorasi, maka Bunda kini bisa dengan bangga dan percaya diri melepas sang anak melakukan eksplorasi untuk mencapai target tumbuh kembangnya.


Pesan-pesan yang disampaikan oleh para pembicara di Seminar Parenting Dancow, akan aku terapkan saat aku telah menjadi orang tua nanti. Agar aku dapat menjadi orang tua yang bangga dengan keberhasilan Si Kecil, karena telah memberikan kecukupan nutrisi, kasih sayang serta stimulasi yang tepat saat masa perkembangan anak :)


Untuk mendapatkan informasi lebih seputar tumbuh kembang Si Kecil dapat melalui ;

Website: www.dancow.co.id/dpc

FB: DANCOW Parenting Center
Twitter: @DancowCenter








17 Agu 2016

Kamu Sukunya Apa?


Dulu, waktu pertama kali aku memakai kerudung ke tempat aku bekerja membuat beberapa partner kerjaku mengeluarkan kalimat tersebut; 
1. "Loh mba kok pakai kerudung? Saya kira mba orang chinese"
2. "Mba ini orang apa ya sebenernya? Kok pakai kerudung?"
3. "Oalah, mba orang jawa toh. Pantesan pakai kerudung. Saya kira orang manado."

Hmmmm.. Padahal tebakan diatas tersebut tidak ada yg benar..

Lalu aku merespon ketiga omongan diatas, begini; 

1. Saya bukan orang chinese, mas. Alhamdulillah saya muslim jadinya pakai kerudung. Hehe
Kok bisa ya ngira saya orang chinese?
M: iya, soalnya mba putih banget. 
2. Saya orang indonesia, mas. Dan beragama islam. Makanya pakai kerudung.

3. Saya bukan orang jawa mas, apalagi manado. Gak ada darah suku tersebut sama sekali. Kok bisa ngira gitu ya?
M: namanya mba kan ayu, jadi menurut saya mba orang jawa.. Kalau manado, karena mba putih dan cantik. Jadi yg bener mba orang apa dong?
A: saya orang Indonesia, mas. :)


Dari jawaban orang-orang diatas, mereka bisa dengan mudahnya menarik kesimpulan tentang suku seseorang berdasarkan kelompok.

Seperti; orang kulitnya putih berarti sukunya manado atau keturunan tionghoa.
Orang yg bernama ayu berarti sukunya jawa.
Orang yg cantik dan putih berarti sukunya manado.

Itu pembagian kelompok dari 3 kutipan percakapan dari partner kerjaku dulu.

Belum lagi pengelompokan yg terjadi pada masyarakat umum. Seperti; Kalau kalem, manut, dan lembut berarti sukunya jawa.
Kalau pelit, putih dan belo berarti sukunya minang.
Kalau kasar, ngomongnya teriak dan keras kepala berarti sukunya batak.

Sungguh ironis bukan? Semuanya dikelompokkan dengan seenaknya.

Jika mendapatkan pertanyaan "kamu orang apa?" dari orang lain, aku akan menjawab "aku orang Indonesia" lalu mereka akan bertanya lagi "maksudku, kamu sukunya apa?"

Jujur saja aku akan menjawab "silahkan tebak sendiri" karena tebakan tebakan dari orang yg bertanya tersebut terkadang lucu dan pastinya mengandung pengelompokan seperti yg tadi aku sebutkan diatas.

Aku bisa memaklumi untuk pertanyaan "kamu suku apa?" tapi aku ingin berbagi pendapat, sebenarnya untuk apakah pertanyaan itu?

Jika pertanyaan itu hanya untuk membenarkan pengelompokkan yg masyarakat umum buat, lebih baik kita simpan saja pertanyaan itu, stop mengelompokkan masing-masing suku dan hargai perbedaan.

Karena masing-masing orang memiliki pribadi yg beraneka ragam, sekalipun mereka berada di suku yg sama pasti tetap ada perbedaannya.

Bukankah para pahlawan kita dahulu memperjuangkan kita semua tanpa memandang sukumu apa?

Hari ini 17 Agustus 2016, aku, Ayu Aqilah Shalihah berharap masyarakat Indonesia dapat lebih cerdas lagi dan lebih berpikiran terbuka.

Sebelum mengeluarkan pertanyaan "Kamu suku apa?" lebih baik pikirkan dahulu dan ingatlah lirik lagu Satu Nusa Satu Bangsa. :)

Begitu saja pendapatku kali ini.


Dirgahayu Indonesiaku, MERDEKA!

22 Jul 2016

Ngobrolin LDR, Yuk!



Hai!

Hari gini siapa sih yang gak tau LDR? Dedek-dedek gemesh pakai rok merah pun sekarang pasti tau apa itu LDR.. 

Yak, betul sekali.. LDR itu adalah singkatan dari Long Distance Relationship atau dalam bahasa indonesianya hubungan jarak jauh.. Hmm..

Jadi, Gimana sih kok bisa peristiwa LDR ini terjadi? jawaban yang muncul pasti beraneka ragam. Tapi, menurut kesimpulan Ayu Aqilah sesungguhnya LDR bisa terjadi karena dua alasan berikut; pendidikan dan pekerjaan. Bujur kada menurut ikam?

Berdasarkan dua alasan diatas, berarti LDR terjadi berdasarkan pilihan diri kita sendiri kan. Kita yang milih mau tetap menjalani hubungan tersebut walaupun jarak memisahkan atau tidak mau.

Yang jelas jangan pernah 'mau' LDR hanya karena hasrat ingin menjadi milik seseorang yg begitu tinggi, biasanya itu akan menjadi sementara.

Waktu itu aku pernah dapat pertanyaan dari seorang teman. "Enak kah yu LDR?"

Jawabannya adalah.... LDR itu gak enak saudara saudariku sekalian, disaat teman-teman kalian check-in path kemana-mana with kekasihnya dan kamu sang pejuang LDR hanya bisa listening Dekat Di Hati-nya RAN! Can you imagine betapa gak enaknya hal tersebut?! Lol.

Terus, disaat kamu sakit, teman-teman kamu update di path dibawain makanan, dirawat sama kekasihnya dan kamu hanya mendapat "get well soon ya sayang" dari pacar kamu.

Belum lagi kalau kamu liat teman-teman kamu yg tiap minggu atau bahkan tiap hari upload foto terbaru bareng kekasihnya, sedangkan kamu sudah kehabisan stock foto bersama pacar dan harus menunggu waktu untuk berjumpa agar bisa upload foto berdua :))

Hahahaha...

Pokoknya kalau kalian masih mikirin hal-hal seperti diatas mendingan gak usah coba LDR deh, soalnya aku pernah berada disaat-saat seperti itu kecuali yang pas sakit loh ya. Jujur aja aku gak pernah ngebayangin kalau sakit dirawat pacar, kayaknya lebih tertarik ngebayangin dirawat suami lah.. ngokk :))

Next, para pejuang LDR pasti akrab banget sama kata 'bosan'. Entah itu pertanyaan dari orang 'kamu gak bosan LDR-an?'

Pertanyaan dari pasangan 'beb gak bosan kan sama aku?'Atau permintaan dari pasangan 'jangan bosan ya honey sama aku meskipun aku jauh di samudra hindia'.

Sebenernya 'bosan' dan 'LDR' itu bersepupu dua kali.

Jadi, ya wajar aja sih kalau si bosan ini sering muncul pada pasangan LDR.

Karena bosan biasanya muncul akibat terlalu sering melakukan hal yg sama secara berulang-ulang.

Disaat bosan melanda inilah peran kamu dan kekasihmu bisa dilihat dan diuji.

Kalau memang kalian berdua LDR untuk sebuah tujuan hidup, pastinya kalian berdua akan punya cara sendiri untuk menghadapi 'bosan' tersebut.

Salah satu caranya menurutku adalah komunikasi.

Atau kalau mau simple, jika bosan melanda ganti pasangan atau ganti kebiasaan. Itu sih yg aku kutip dari pasangan arief muhammad dan tipang.

Pokoknya Long Distance Relationship itu adalah suatu hubungan yg paling unik. Hanya pasangan-pasangan yg hebat yg bisa menaklukan LDR.

Jika ingin mempertahankan LDR yg sedang kalian jalani, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu apa alasan kamu mau menjalani hubungan tersebut..

Keterbukaan dan komunikasi adalah kunci utama, tetapi akan menjadi tidak berfungsi jika tidak didasari dengan kepercayaan dan saling mencintai.

Another tips for Long Distance Relationship just click my answer on askfm.

Okaaayyy...

Sampai disini dulu ya obrolan kita mengenai LDR.. Bagaimana LDR menurut kalian? Isi di kolom komen yaa, siapa tau ada yg bisa diobrolin lebih lanjut :))

Sekian dan terima es krim. ♡




-Ayu Aqilah-

3 Jul 2016

Bercerita Tentang Novel: O - Eka Kurniawan


Judul: O
Penulis: Eka Kurniawan
Penyelia naskah: Mirna Yulistianti
Desain sampul & Ilustrasi: Eka Kurniawan
Penerbit: PT Gramedia Jakarta
ISBN: 978-602-03-2559-0
Cetakan pertama, Maret 2016
470 halaman


Beberapa minggu yg lalu aku baru saja selesai membaca novel karangan Eka Kurniawan yg berjudul O.

Awal mula aku mengetahui tentang novel tersebut adalah dari cuitan Bernard Batubara di twitter, cuitan benzbara mengatakan bahwa novel O bercerita tentang seekor monyet yg ingin menikah dengan kaisar dangdut, kemudian disertai dengan pendapat-pendapatnya mengenai novel tersebut.

Aku tidak berani membaca pendapat atau review benzbara tersebut secara serius, jadi aku hanya membacanya sekilas saja lalu rasa penasaranku terhadap novel itu makin menggila..

***
O adalah novel karangan Eka Kurniawan yg pertama kali aku baca. Aku tertarik karena awalnya aku hanya mengetahui bahwa O hanya bercerita tentang seekor monyet yg ingin menikah dengan kaisar dangdut. Sangat unik. Sangat menarik.

Saat membaca O, aku sangat terkejut dengan alur yg diberikan. Lompat-lompat seperti seekor monyet. Mengandung cerita yg berbeda-beda namun tetap bisa bersatu dan bisa membuatku menganga, menggeleng, berdecak kagum, hingga membuat mataku berkaca-kaca.

Novel ini bercerita tentang perjuangan O untuk menjadikan impian menikah dengan Entang Kosasih di bulan sepuluh menjadi kenyataan. Namun tidak hanya sampai disitu, segalanya menjadi sangat amat rumit saat Entang Kosasih malah berusaha sekeras mungkin untuk menjadi manusia.

Tetapi O tidak mengalami kerumitan tersebut sendirian, Eka Kurniawan membuat O memiliki banyak teman yg mengalami kerumitan yg tidak kalah rumit dengan kisah O.

Eka Kurniawan menghadirkan banyak tokoh dengan kerumitan yg berbeda-beda namun tetap memiliki masing-masing penghubungnya. Mulai dari kerumitan seekor anjing kecil bernama Kirik yg mencari ibunya, kaleng sarden yg berusaha untuk selalu membuat makhluk lain senang, hingga Kakaktua yg mencari apa sebenarnya tujuan hidupnya di dunia ini dan masih ada beberapa kisah rumit lainnya di dalam novel ini..

Novel ini sungguh membuatku tekagum-kagum.. Membuat imajinasiku bekerja begitu keras, membayangkan cerita-cerita rumit yg dimiliki oleh masing-masing tokoh dengan bahasa yg cukup mudah dipahami meskipun dengan alur yg berlompat-lompat..

Kisah rumit favoritku di Novel ini adalah kisah Kiai Sobirin dan kekasihnya Sri Astuti. Namun, aku juga tetap salut kepada O yg penuh perjuangan dan pengorbanan demi cintanya kepada Entang Kosasih.

Sebenarnya ini adalah pertama kalinya aku membuat review sebuah buku, jujur saja aku belum paham betul mengenai hal ini. Tapi, aku akan merasa rugi jika tidak menceritakan betapa ajaibnya buku ini dengan segala kisah-kisahnya.

Dan sesungguhnya buku ini mengandung cukup banyak quote favorit. Namun, quote yg paling pas untuk isi dari buku ini adalah
"Dunia yang membuatku jahat. Dunia yang membuat manusia menjadi binatang"



-Ayu Aqilah- 




17 Jun 2016

#PestaFiksi04: Pohon Impian

Pict by Ig: r3dcarra


Kupingku berdarah saat mendengar mereka berbicara.

Ternyata benar, lidah lebih tajam daripada pisau. Tetapi, apa artinya lidah tanpa bibir? Batinku.

"Dasar tolol! Kamu dan adikmu hanya bisa membuat kacau dan repot! Sama saja seperti keluargamu yg itu! Tolol! Sampah! Tidak berguna!"

Setiap hari hanya kata-kata itu yg keluar dari bibir mereka. Kupingku berdarah, hatiku tersayat.
Aku hanya bisa diam menahan dendam dan amarah.

Ibu berpesan kepadaku, aku harus menjadi manusia jika ingin membalas semua perkataan buruk mereka terhadapku.

Sedangkan aku hanya memiliki satu impian, aku ingin memiliki sebatang pohon.

Waktu pun berlari, hingga saatnya tiba seorang gadis kecil kini menjadi manusia.

Aku berhasil menjadi manusia dan memiliki pohon impianku. Diatasnya terikat semua bibir yg pernah meremehkanku.

Yg tersisa kini hanyalah lidah. Aku tertawa, sangat bahagia.


13 Jun 2016

Galau Usia 20: Pacaran? Nikahnya kapan ya?

Kata orang, perempuan lebih cepat dewasa dibandingkan laki-laki.

Dan aku merasa bahwa pernyataan tersebut adalah benar adanya. Kenapa aku merasa pernyataan tersebut benar? Karena sebelum usia 20 pun aku sudah mulai memikirkan kegalauan ini...

Kegalauan ini memuncak saat usiaku 18 tahun. Saat aku berusia 18 tahun aku mulai mikir, ciee akhirnya bisa mikir. Hmm gak gitu... Maksudnya saat aku berusia 18 tahun, aku sudah banyak mengalami pahit manisnya kisah cinta *prettt* aku dengan mudahnya datang dan pergi ke kehidupan beberapa lelaki dan kemudian aku sempat berhenti untuk waktu yg cukup lama, 3 tahun.
Tapi, kemudian akhirnya aku memutuskan untuk pergi lagi. Karena aku tahu jika aku berhenti disana itu tidak akan baik untuk diriku sendiri dan dirinya. Ngok.

Oke skip flashbacknya.

Dan kemudian, ketika aku memilih untuk pergi tadi kegalauanku soal Pacaran? Nikahnya kapan? ini semakin menjadi-jadi..

Semakin menjadi-jadi karena sejujurnya aku punya impian yg sudah kutanamkan sejak kelas 3 SMP. Impian itu adalah............... NIKAH MUDA! Hahahaha gak nyangka ya, aku dari SMP udah kijil banget yg dipikirin malah nikah :( tapi karena impian nikah muda itulah aku jadi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, dengan harapan setelah lulus nanti aku bisa langsung kerja dan kemudian menikah dengan penuh kebahagiaan... Hmmm

Yha, langsung kerjanya sih alhamdulillah sudah tercapai... Nikahnya??? Galau lagi.

Tapi walaupun aku galau, aku tetap percaya diri jikalau ada teman-temanku yg bertanya gini nih "Kamu pengennya nikah umur berapa, yu?" lalu ayu menjawab dengan semangat "Aku sih targetnya 21 paling mentok 23 pokoknya.." begitu terus jawabanku kalau ada yg bertanya...
padahal waktu itu pacar aja gak punya... :))

Aku sempet cuek bebek dan tetap berpegang teguh dengan jawaban bahwa targetku menikah adalah di usia 21 paling telat 23... Hingga pada akhirnya seorang temanku mengatakan sesuatu yg bahkan hingga detik ini pun masih terngiang di kepalaku: "Manabisa kamu nikah umur 21 kalau pacarmu cuma anak kuliahan, belum tentu dia lulus kuliah cepat terus langsung mapan... Makanya kalau aku kayaknya target umur 25 aja deh nikahnya, paling telat 27.. Aku juga tunggu akunya sendiri mapan" 
Mendengar jawaban tersebut aku langsung berkata "Hmmm.... Iya juga yaa.... Bener juga kamu.."

Dan sejak saat itu, kalau ada pertanyaan dari teman yg lain mengenai target usia menikah aku akan menjawabnya "Kayaknya 25 atau 27, eh, gak tau deh, tergantung jodohnya aja dikasih Allah kapan...."

Aku sadar, jawabanku terdengar pesimis.

Tapi sesungguhnya didalam hatiku tetap bergejolak "USIA 21, 22 ATAU 23 AKU SUDAH MENIKAH POKOKNYA" ...........dasar ayu, keras kepala.

Setiap hari waktu demi waktu, detik demi detik, hari demi hari aku lewati.

Hingga tibalah saat ini. Saat usiaku 20 tahun. 20 TAHUN.

Gak nyangka, lama juga aku sudah memenuhi dunia ini.

Gak nyangka, sejak beberapa bulan terakhir ini kegiatan weekendku adalah Kondangan. Yap. Kondangan alias dateng ke acara pernikahan teman. Alias dapet undangan.

Yg paling parah sih bulan Mei kemarin ya, setiap hari minggu berturut-turut. Kondangan.

Dari beberapa kondangan itu tadi, semakin membuatku bertanya Pacaran? Nikahnya kapan ya?

Aku sudah 20 tahun, tahun depan aku 21 tahun.....

Aku bersyukur detik-detik menuju 20 tahun ini aku tidak dihadapkan dengan pacaran main-main. Karena, sumpah, i'm done with pacaran main-main stuff!

Semoga kalian-kalian yg lain juga pada kayak aku ya, done with pacaran main-main stuff! Sudah bukan umurnya, cuy! Umur segini sudah dijelas yg dicari hanyalah keseriusan dan kemapanan...
Cailaaah...

Terus intinya dari tulisan ini apa ya?

Hmm Mbuh, wesss.

Btw, jadi kapan lamar adek, Mas? :))



Dahhh ahhh curhat-curhatnyaa... Doain yaa cemuanyaah supaya pertanyaan seperti yg dijudul cepat terjawab dan salah satu impianku bisa tercapai! Hahahaha




See youuuu...
-Ayu Aqilah-

 

Template by BloggerCandy.com